TWI

Selayang Pandang

LATAR BELAKANG BERDIRINYA ORGANISASI

Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia didirikan oleh Yang Mulia Gurubesar AZIS, BE, SE, MMG, Seorang sosok Pimpinan yang memiliki jiwa kepemimpinan, selalu mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan dirinya sendiri, tidak mengenal lelah dan tidak pernah mengeluh dalam melaksanakan tugas kemuliaan untuk menolong sesama yang membutuhkan pertolongan dari ALLAH SWT melalui perantara Ilmu yang dimiliki oleh beliau tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Yang Mulia Gurubesar AZIS, BE, SE, MMG. Seorang Syekh ( Mursid ), pada Paguyuban Seni Bela Diri Pernapasan Tapak Wali Indonesia yang didirikan oleh beliau sendiri, beserta murid – muridnya, pada tanggal 1 Februari 2005 di Jl. Panjaitan Komp, Cempaka Indah Permai Blok F/4 Kel. Watu Bangga, Kec. Baruga Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara.

RIWAYAT SINGKAT KEHIDUPAN DAN PERGURUAN

Yang Mulia Gurubesar Tapak Wali Indonesia Lahir di Lapajung pada Tanggal 11
November 1962 di Kab. Soppeng, Sulawesi Selatan. Seorang putra pertama dari
empat bersaudara dari pasangan suami istri yang bernama, Hamaluddin Bin Supu,
dan Marhumi Al-Mukarrama Bin Abdulah. Orang tua beliau telah memperdalam Ilmu
Ma’rifatullah ( Sifat dan Af’al ullah )

- Dari Guru turunan Arab, sejak Yang Mulia Gurubesar Berusia 12 tahun yang
lalu ( 1973 ).
- Sejak usia kecil, Yang Mulia Gurubesar tinggal bersama Nenek ( Putri Maha
Guru ) belajar membaca AL-QURAN dan Filsafah kemanusian dalam ber ketuhanan
Yang Maha Esa .
- Pada tahun 1973 s/d 1982 Yang Mulia Gurubesar memperdalam Ilmu Seni Beladiri
pada Perguruan BARATA YUDHA di Kab. Soppeng sampai dengan usia 22 tahun.
- Tahun 1983 s/d 1986 Memperdalam Seni Beladiri Pemungkas pada Perguruan BLACK
PANTHER di Makassar, Sulawesi Selatan sampai usia 25 tahun.
- Tahun 1987 s/d 1990 memperdalam kekuatan Batin pada Perguruan MERPATI PUTIH
dan TAPAK SUCI di Surabaya, Jawa Timur sampai usia 29 tahun.
- Tahun 1990 s/d 1991 memperdalam Ilmu kecepatan dan kelenturan kekuatan kaki
dan tangan pada Perguruan TAEKWONDO di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara sampai
usia 30 tahun.
- Tahun 1992 s/d 1993 memperdalam Ilmu pernapasan pada Perguruan Seni Beladiri
Pernapasan PERISAI DIRI (PD) Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara sampai usia
32 tahun.
- Tahun 1994 s/d 2004 memperdalam Ilmu pernapasan pada Perguruan PENCAK MARGALUYU
151 Yogyakarta di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara dengan tataran Ruji Payung
Tutup sampai usia 42 tahun.

Tahun 2005 Yang Mulia Gurubesar mendirikan suatu Organisasi Kemasyarakatan yang
di beri nama TAPAK WALI
- INDONESIA di singkat TWI, bertujuan untuk membentuk jiwa manusia yang bermoral
Lahir dan Batin.
- Yang Mulia Gurubesar AZIS, BE, SE, MMG. Juga termasuk salah satu murid kesayangan
dari Guru Alimul’Allamah Arif Billah Asy-Syekh H. Muhammad Zaini Ghani
Bin Al’Arif Billah Abd. Ghani yang ada di Martapura Kalimantan Selatan,
dan Guru Beliau telah wafat pada Tahun 2005 setelah 3 Bulan berdirinya TAPAK
WALI INDONESIA, Beliaulah sebagai penerus untuk mengembangkan kembali kebaikan
dimuka bumi ini, sebagai garis keturunan dari Nabi Adam as.

- Beliau juga termasuk penerus Tarikatul Asyamani yang didirikan oleh Asy-Syekh
Zaman Almadani di Madinah.

I. MAKSUD DAN TUJUAN ORGANISASI

Paguyuban ini mempunyai maksud dan tujuan untuk meningkatkan kualitas moral
:

1. Membela, mengamankan, menghayati dan mengamalkan Pancasila, ( Prilaku yang
Baik dan jujur).

2. Membela dan mempertahankan Undang – Undang Dasar Republik Indonesia
Tahun 1945 secara murni dan konsekuen, (Senantiasa Mendirikan Kebenaran )

3. Menggembleng Setiap Putra-Putri Indonesia menuju Kesempurnaan, kesehatan
baik Jasmaniah dan Rohaniah. ( Memiliki Sifat Sabar dan Ikhlas / Wara )

4. Menata kehidupan Sejahtera Lahir dan Batin, ( Memiliki sifat Rendah Diri
/ Tawakkal )

5. Mengutamakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI) tanpa membedakan Agama, golongan dan ras, ( Senantiasa
meningkatkan Cinta Kasih dan Sayang, Saling Hormat Menghormati )

II. ARTI DAN MAKNA PAGUYUBAN SENI BELADIRI PERNAPASAN TAPAK WALI INDONESIA

1. Paguyuban artinya Perkumpulan / Penyatuan ( BERTAUHID )

2. Seni artinya Indah : Keindahan dalam berkata-kata, Keindahan Memandang, Keindahan
Mendengar, Keindahan Melangkah (niat yang baik), dan Keindahan berpegang (Keyakinan
yang sesungguhnya), Memiliki SIFAT KEMULIAAN.

3. Beladiri artinya Keselamatan ; Selamat dari perbuatan tercela dan Selamat
dari perbuatan maksiat, Selamat dari pada kejahatan yang diperbuat oleh lawan
baik yang nyata maupun yang tidak nyata ( Sihir dan Ahli Tenun ) dengan izin
ALLAH SWT (PERBUATAN TERPUJI ).

4. Pernapasan artinya Kehidupan yang Hakiki, Sebab tanpa napas kita tidak dapat
berbuat (hidup) karena di situlah tempat rahasia yang mengandung Zat ALLAH SWT
yaitu kekuatan Batiniah Sehingga Kekuatan Lahiriah dapat terpenuhi Kodrat dan
Iradatnya, ( NUR ALA NUR )

5. Tapak artinya Jejak ( jalan ) untuk menuju kepada kebaikan melalui ilmunya
ALLAH SWT yang bermanfaat pada diri kita sendiri, keluarga serta orang lain,
(PETUNJUK)

6. Wali artinya : wakil atau khalifah ALLAH SWT di muka bumi yang memiliki sifat
jujur serta berbudi luhur dengan akhlak (moral) yang mulia di sisi ALLAH SWT,
(MANUSIA SESUNGGUHNYA).

7. Indonesia artinya : Tempat berkedudukan dan berdirinya Organisasi ini.

Uraian Makna Sesungguhnya PAGUYUBAN SENI BELADIRI PERNAPASAN TAPAK WALI INDONESIA
yaitu :

Bertauhid adalah suatu kesatuan ( jalan ) menuju kepada sifat – sifat Kemuliaan
( jiwa yang tenang ) dan perbuatan terpuji ( Roh yang Suci ) untuk menata Kehidupan
Lahir dan Bathin melalui petunjuk Guru – guru, Mursyid ( Syekh) yang masih
hidup. Yang memperoleh Rahmat dari ALLAH SWT penguasa Alam semesta, Sabda Rasul
yang artinya apa bila engkau mempelajari suatu ilmu pengetahuan baik dari pada
ilmu Sufi, Ilmu Dhararri, Serta Ilmu Laduni, maka carilah Guru atau Mursyid
(Syekh) yang masih hidup untuk bertanya, jangan yang sudah mati ( orang Kesurupan
) niscaya itu adalah Iblis. Dan berpeganglah kepada dua hal yang kutinggalkan
yaitu, Kitabullah dan Hadist.

III. DASAR HUKUM

1. Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia di dirikan di Kendari
Sulawesi Tengara pada tanggal 07 Februari 2005 dengan akte pendirian No. 18
dibuat oleh Notaris HIDAYAT,SH, dan terdaftar di Panitia Pengadilan Negeri Kendari
dengan Nomor Registrasi 47/11/10/2005 tanggal 12 Februari 2005.

2. Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia adalah suatu organisasi
Kemasyarakatan yang resmi dan diakui oleh masyarakat Indonesia dan pemerintah,
bukan Organisasi yang seperti aliran lain yang sifatnya bertentangan dengan
agama dan Pemerintah.

3. Perkumpulan Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia ini berasaskan
pancasiladan Undang-Undang Dasar 1945.

4. Sifat Organisasi ini mengajak untuk membuka pintu kebaikan dan menutup pintu
kejahatan di muka bumi ini, agar senantiasa pintu rahmat (langit) dan pintu
reski (bumi) ALLAH SWT pencipta Alam semesta ini memberikan kesenangan Dunia
dan Akhirat kita Semua selamat dari Kemiskinan, Kesengsaraan, Kelaparan, dan
Musibah – musibah lain yang ada.

IV. KEGIATAN-KEGIATAN DAN USAHA PAGUYUBAN SENI BELADIRI PERNAPASAN TAPAK WALI
INDONESIA

1. Mendidik dan melatih keterampilan dalam olahraga Beladiri untuk mempertahankan
diri dari segala bentuk serangan baik fisik maupun non fisik.

2. Mendidik atau membina pemahaman tentang ilmu sifat ( jiwa ) dan kerohanian
(Af’al) dalam cinta kasih dan sayang kepada sesama mahluk ciptaan ALLAH
SWT, menuju manusia yang seutuhnya ( Halifah Allah ) di muka Bumi.

3. Turut sertra menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat.

4. Menyiapakan diri untuk ikut membela Negara bersama Tentara Nasional Indonesia
dan Polisi Republik Indonesia dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

5. Dengan ikhlas mengadakan dan turut serta membantu Pemerintah dalam kegiatan
Bakti Sosial.

6. Ikut serta membina remaja agar menjadi remaja yang baik dan handal dalam
mengabdikan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

V. SYARAT – SYARAT MENJADI ANGGOTA

1. Usia minimal 13 tahun ke Atas ( Pelajar SMP Sederajat ), Orang Dewasa atau
Orang Tua.

2. Beragama ( Semua Agama yang diakui oleh Pemerintah )

3. Tidak bertentangan dengan Pemerintah ( berkelakuan Baik )

4. Disiplin dalam pelatihan

5. Mengunakan Pakaian Olah Raga saat pelaksanaan latihan.

6. Sanggup mengikuti pelatihan Gerak Fisik ± 27 kali pertemuan. ( 3 kali
seminggu kurang lebih 3 bulan).

7. Mengikuti Ujian Mental dan Pewisuadaan

8. Membayar Uang Mahar untuk keperluan Administrasi dan Biaya Ujian Mental dan
Pewisudaan, serta Pakaian keanggotaan, buku pelajaran, dan kaset VCD atau biaya-biaya
lainnya sesuai kebutuhan peserta.

9. Tidak Memperjualbelikan Ilmu ALLAH SWT.

10. Menjaga Nama Baik Organisasi

11. Menjaga sopan santun dalam bermasyarakat.

12. Setelah di wisuda sanggup mengikuti pelatihan gerak sesuai tataran, yang
jadwal diatur oleh korlap masih-masih tempat pelatihan

13. Sanggup mengikuti materi pembahasan korahinan yang di bawakan oleh pengurus
atau Yang Mulia Gurubesar Tapak Wali Indonesia dengan tempat yang telah di tentukan
sesuai tataran atau tingkatan ilmu.

14. Bersedia mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan melalui paguyuban ini
serta mampu memberikan atau menjadi panutan kepada setiap manusia yang ada,
dan memberikan pertolongan kepada seseorang yang memohon pertolongan tanpa mengharapkan
jasa atau imbalan berupa apapun.

VI. PROGRAM KERJA PAGUYUBAN SENI BELA DIRI PERNAPASAN TAPAK WALI INDONESIA

Sesuai maksud dan tujuan Paguyuban seperti yang telah diatur dalam Anggaran
Dasar / Anggaran Rumah Tangga ini menekankan, Tiga hal pokok dalam Kegiatannya
:

1. MENTAL DAN SPIRITUAL

a. Memberikan pelatihan tentag Pengendalian – Pengendalian Seni Bela Diri Penapasan
Tapak Wali Indonesia kepada masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan
yang ada di seluruh Wilayah Indonesia.

b. Memberikan tekhnik – tekhnik olahraga yang sifatnya sehat lahir, sehat
batinnya (bermanfaat) kepada setiap anggota masyarakat.

c. Memberikan pembinaan Moral Spiritual kepada putra_putri Indoensia agar selalu
berbuat baik dan mengenal dirinya melalui pengkajian sikap dan prilaku sebagai
umat yang beragama, yang tidak bertentangan dengan Al-Quran dan Hadist sebagaimana
:

Yang Artinya : “ Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu
( kebahagiaan ) negeri akhirat,

Maksudnya, carilah dan tuntut ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat yang
mana kebahagiaan mu, kenikmatanmu serta rahmatmu.

dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.

Maksudnya, ingatlah titipan karunia Allah yang mana anak dan istiri membutuhkan
atau mengiginkan makan dan minum serta pakaian dan tempat tinggal yang layak
maka berusahalah untuk mewujudkan kesenangan duniawi untuk kebutuhan keluarga
dengan jalan yang baik (Ridho Allah).

dan berbuat baiklah ( kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat baik
kepadamu.

Maksudnya, Berikanlah petunjuk – petunjuk kebenaran dari apa yang kamu
ketahui pada kebaikan untuk memperoleh kesucian, kebahagiaan, keselamatan, dan
kesempurnaan dalam kehidupan dunia dan akhirat

dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Maksudnya, janganlah mengisi hari sesorang dengan kejahatan seperti Fitnahan,
Hinaan, kesombongan, keangkuhan, ria, takabbur, dan dengki untuk memperoleh
kesenangan niscaya Allah akan membalas dengan kejahatan pula yang engkau lakukan
beserta keluargamu

“ . . Barang Siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal pula
Tuhannya.”

Maksudnya, Seseorang yang mampu menggunakan akal yang sehat niscaya dia akan
mampu pula membedakan yang baik atau yang buruk / yang kekal dan yang hancur
( baharu ), maka masuklah golongan yang kekal ( Ilmunya ), bukan golongan ciptaannya
(hancur/baharu), barang siapa yang masuk golongan yang beriman (berilmu) maka
memperoleh kehidupan yang kekal dan abadi, baik di dunia maupun di hari kemudian
nantinya, dan barang siapa yang masuk golongan cinta kepada duniawi dengan harta
bendanya, jabatannya, serta sanjungannya maka orang itu termasuk orang yang
menyala-nyalakan api di sekitarnya untuk memperoleh kemuliaan dari sesama ciptaan,
dan bila mana Allah mencabut atau memadamkan api tersebut maka di sekitarnya
gelap gulita, dan di butakan matanya dan di tulikan pendengarannya, dan di bisukan
perktaannya.

2. SOSIAL KEMASYARAKATAN

a. Membekali pengetahuan tentang Seni Bela Diri Pernapasanan Tapak Wali Indonesia
pada masyarakat sebagai pertahanan diri dari serangan lawan, baik yang nyata
maupun yang tidak nyata.

b. Memberikan layanan kesehatan kapada masyarakat melalui pengobatan Alternatif
Terapi Psikology secara Cuma-Cuma.

c. Turut serta berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan, bakti sosial, maupun
keagamaan, sesuai program pemerintah

3. KEAMANAN DAN KATERTIBAN

a. Turut serta membantu pemerintah dalam hal keamanan dan ketertiban masyarakat.

b. Turut serta mengurangi tingkat Kriminal seperti pengedar dan pengunaan OBAT-OBAT
TERLARANG, MIRAS, JUDI, atau kegiatan-kegiatan lain yang di anggap bertentangan
dengan agama, pemerintah dan dapat meresahkan masyarakat.

c. Turut serta membantu menciptakan ketertiban umum di lingkungan masing-masing.

Demikian Selayang Pandang ini dibuat untuk diketahui. Semoga Allah S.W.T senantiasa
memberikan Safa’a dan tempat disisi NYA kepada junjungan kita Nabi Besar
Muhammad Rasulullah S.a.w . Beserta keluarganya Amin ya… Rabil Alamin.

Diketahui

Oleh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat

TAPAK WALI INDONESIA

Drs. H. RAYEN IBRAHIM, MMG

KETUA I PEMBINAAN & PENGEMBANGAN

Kendari, 27 Februari 2005

Oleh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat

TAPAK WALI INDONESIA

DAMIN, SE, MMG

SEKJEN DPP

Mengetahui

Oleh Pengurus Dewan Pimpinan Pusat

TAPAK WALI INDONESIA

YANG MULIA GURUBESAR AL-SYEKH AZIS, BE, SE, MMG

KETUA UMUM / PENDIRI